Surat Dari Tanah Seberang


Tepat pada hari ulang tahunku yang ke-18, seseorang mengirimkan sebuah surat cinta elektronik untuk pertama kalinya untuk ku. Terasa spesial mendapatkan surat elektronik dari orang tersayang pada saat itu, terlebih orang itu sedang berada tanah seberang. Sebuah surat yang aku yakin ditulis dengan penuh cinta dan kasih untukku. Itu sangat terasa pada setiap kali aku membacanya.

                Bogor, 24 oktober 2013 (20:55)

Dear rahman..adikku

Malam ini aku sengaja menulis untukmu, setiap doaku aku selalu menyebut namamu. Sebuah pengharapan dari seorang kakak terhadap adiknya, yaa aku sangat ingin melihatmu berubah menjadi rahman yang lebih baik dan rahman yang penuh prestasi dan membanggakan. Mungkin terkesan sedikit alay,tapi salahkah atas pengharapan ituu?? Mungkin hanya dengan mengingatkanmu, dan berdoa untukmu, hanya itu yang bisa ku lakukan dari sini, berdoa adik ku juga bisa berhasil seperti adik teman-tamanku dan berharap adikku bisa tumbuh baik pada lingkungan yang baik. Mungkin kekhawatiranku yang berlebihan atasmu membuatmu sedikit jengkel. Aku memahami.

Namun dibalik itu semua ada hal-hal yang ingin kusampaikan padamu, bahwa sesungguhnya kamu adalah salah satu karunia yang diberikan ALLAH kepada orang tua kita sebagai anaknya dan kepadaku untuk menjadi seorang adikku yang pintar.Ketahuilah bahwasanya kamu adalah lelaki yang pintar, baik, dan penyayang. Namun belakangan ini, mungkin kamu hanya terpengaruh oleh lingkungan pertemananmu yang kurang terarah dan sedikit menjerumuskanmu. Tapi hal itu tidak akan berhenti jika kamu tidak mengakhirinya sekarang, jika kamu tidak berniat, berusaha dan menghentikannya sekarang juga.

Ingat umur mu genap sudah 18 tahun, dimana usia menuju kematangan dalam berfikir dan bertindak. Status mahasiswa yang kau sandang saat ini berbeda jauh dengan ketika status siswa yang dulunya masih melekat padamu. Tanggung jawabmu lebih besar,usahamu dalam berkompetisi juga semakin tinggi,dan keimanan mu seharusnya juga semakin meningkat dik..

Banyak hal sebenarnya yang bisa kau lakukan, jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan. Tetapi bersakit-sakitlah dahulu, dan kecaplah rasa manis itu di akhir nanti. Jangan minder, jadikan apa yang kau miliki itu memang kau bangga atas apa yang akau miliki. Dan jadilah pribadi yang tidak mudah cepat tersinggung, belajar mengontrol emosimu, belajar sabar, dan tahan amarahmu. Jika orang memberikan nasehat, renungkanlah itu,mereka menasehatimu bukan karena mereka marah atau menyalahkanmu, tapi hanyalah karena mereka hanya mengingatkanmu agar kamu tidak terjebak atas kesalahan yang sama.

“Pesan khusus”...

Bersikap lemah lembutlah kepada orang tua kita dek..

Ingatlah mereka dirumah yang semakin menua berjuang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan kita, berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka dalam sholatmu. Dan sapalah mereka setiap harinya, tanyakan kabar mereka, sehat kah mereka, atau apa saja..bayangkan ibu kita yang disiang hari hanya bisa bermenung sendirian dirumah tanpa keberadaan anak-anaknya, memikirkan apakah anak-anaknya sudah makan, sehat-sehat saja di rantau sana,apakah anak-anak nya sudah sholat??Bayangkan kesendiriannya, bayangkan betapa pedihnya hati mereka jika kita sempat lupa padanya..dan kita hanya mengingatnya dikala kita telah kehabisan uang jajan.. :’(

Sungguh, mari berselindung dari sifat durhaka..

Maman, belajar yang rajin ya dek, buatlah mimpi2 muu..tuliskan, dan raih itu,,tak ada alasan untukmu untuk tidak sukses,sukses itu adalah hak setiap orang, karena hidup ini untuk kita, dan kita sendiri yang akan menjalaninya.Perbanyak pengetahuan, bergaul dengan orang2 baik, aktif di kampus, jangan buang2 waktu mu,...
Selamat belajar, dan buatlah schedule kegiatan harianmu, biasakan tidur cepat dan bangu pagi. PASTI BISA, kuncinya BIASAKAN..maka kamu akan TERBIASA untuk tidak insomnia terus..
Salam hangat untukmu wahai adikku..baik2 disanaa..dan belajarlah untuk hematttt..


Surat tersebut tidak secara langsung mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Bahkan tidak ada doa-doa panjang umur, semoga sukses seperti ucapan selamat ulang tahun kebanyakan. Hanya sekumpulan nasehat dari seorang kakak yang sangat mengetahui bagaimana aku tumbuh, mengetahui segala tabiat baik dan burukku. Menengok kembali beberapa tahun silam sesungguhnya aku adalah orang yang sedikit berbeda. seorang remaja yang mudah terpengaruh dengan lingkungan, berusaha bebas dari perasaan terkekang orang tua, dan boros. 

Semakin dewasa, semakin terasa rasa sayang yang dicurahkan oleh penulis melalui surat ini setiap kali dibaca. Sekarang aku bebas. Ribuan kilometer yang harus di lewati oleh orangtuaku jika ingin memantau bagaimana kehidupanku secara langsung. Aku bisa saja bermalas-malasan menghabiskan waktu dari pagi sampai pagi lagi di kost-kostan, mengikuti pergaulan yang keras cenderung bebas ala ibukota, atau menikmati gaya hidup hedonis bak kaum borjuis yang selalu hypebeast toh kalau uang jajan habis bisa minta transfer lagi dengan berbagai alasan. Tetapi surat ini bagai reminder untuk selalu bertanggung jawab atas segala tindakan yang aku lakukan. Surat "biasa" ini setidaknya merubah pribadiku pada masa labil.

Teruntuk kamu para mahasiswa baru yang memulai hidup di tanah perantauan, coba ingat-ingat lagi apa pesan-pesan orang yang kamu sayang sebelum kamu meninggalkan rumah. Jadikan nasehat-nasehat mereka sebagai acuan untuk kamu memulai kehidupan di daerah orang nanti. Jangan lupa sering-seringlah berkomunikasi dengan orang tuamu, karena rumah mereka menjadi sepi tanpa tawamu. 


Terimakasih banyak atas bantuanmu, Uni. Semoga reminder-mu ini juga bisa bermanfaat bagi yang lainnya.

Komentar